Apakah pernah merasa kesulitan dalam menentukan status kelulusan siswa atau peserta ujian dengan menggunakan Microsoft Excel? Jika ya, maka kami akan membantu untuk mempelajari cara mudah membuat rumus excel lulus tidak lulus dengan IF.
Rumus IF adalah salah satu fungsi logika yang paling sering digunakan dalam excel. Fungsi ini berguna untuk menguji suatu kondisi dan menghasilkan nilai yang berbeda tergantung apakah kondisi tersebut benar atau salah.
Dalam hal ini, kita akan menggunakan rumus IF untuk mengevaluasi nilai ujian dan menampilkan status lulus atau tidak lulus berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.
Misalnya, jika nilai ujian lebih dari atau sama dengan 60, maka statusnya adalah lulus. Jika tidak, maka statusnya adalah tidak lulus. Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat rumus excel lulus tidak lulus dengan IF:
Syarat Membuat Rumus Excel Lulus Tidak Lulus dengan IF

1. Siapkan Data Nilai Ujian
Sebelum membuat rumus, kita perlu menyiapkan data nilai ujian yang akan kita olah. Data ini bisa berupa nilai akhir, nilai rata-rata, atau nilai per mata pelajaran. Data ini bisa kita masukkan ke dalam sebuah tabel dengan kolom nama, nilai, dan keterangan.
Contoh data nilai ujian
Nama | Nilai | Keterangan |
---|---|---|
Andi | 75 | |
Budi | 55 | |
Cici | 65 | |
Dedi | 45 | |
Eka | 80 |
2. Tentukan Nilai Minimum Kelulusan
Selanjutnya, kita perlu menentukan nilai minimum kelulusan yang akan kita gunakan sebagai acuan. Nilai ini bisa kita tentukan sendiri sesuai dengan standar yang berlaku. Misalnya, kita bisa menetapkan nilai minimum kelulusan adalah 60.
Kita bisa menulis nilai ini di sebuah sel yang terpisah dari tabel data, misalnya di sel A1. Selain itu, kita bisa memberi label pada sel tersebut agar mudah diidentifikasi, misalnya dengan menulis “Nilai Minimum Kelulusan” di sel A2.
Contoh nilai minimum kelulusan
A | B | C |
---|---|---|
60 | ||
Nilai Minimum Kelulusan |
Buat Rumus Excel Lulus/ Tidak Lulus

Setelah menyiapkan data nilai ujian dan nilai minimum kelulusan, kita bisa mulai membuat rumus IF untuk menentukan status kelulusan. Rumus IF memiliki sintaks sebagai berikut:
=IF(logical_test, value_if_true, value_if_false)
Di mana:
- logical_test adalah kondisi yang akan diuji, misalnya apakah nilai ujian lebih dari atau sama dengan nilai minimum kelulusan.
- value_if_true adalah nilai yang akan ditampilkan jika kondisi benar, misalnya “Lulus”.
- value_if_false adalah nilai yang akan ditampilkan jika kondisi salah, misalnya “Tidak Lulus”.
Dalam kasus kita, rumus IF yang akan kita gunakan adalah sebagai berikut:
=IF(B4>=$A$1, “Lulus”, “Tidak Lulus”)
Di mana:
- B4 adalah sel yang berisi nilai ujian yang akan kita evaluasi.
- $A$1 adalah sel yang berisi nilai minimum kelulusan yang telah kita tentukan sebelumnya. Kita menggunakan tanda dolar ($) untuk membuat referensi absolut, sehingga nilai ini tidak berubah ketika kita menyalin rumus ke sel lain.
- “Lulus” adalah teks yang akan ditampilkan jika nilai ujian lebih dari atau sama dengan nilai minimum kelulusan.
- “Tidak Lulus” adalah teks yang akan ditampilkan jika nilai ujian kurang dari nilai minimum kelulusan.
Kita bisa menuliskan rumus ini di sel C4, yang merupakan sel pertama di kolom keterangan. Kemudian, kita bisa menekan tombol Enter untuk melihat hasilnya.
Contoh hasil rumus IF
Nama | Nilai | Keterangan |
---|---|---|
Andi | 75 | Lulus |
Budi | 55 | |
Cici | 65 | |
Dedi | 45 | |
Eka | 80 |
1. Salin Rumus ke Sel Lain
Setelah membuat rumus IF untuk sel pertama, kita bisa menyalin rumus tersebut ke sel lain di kolom keterangan. Caranya adalah dengan menempatkan kursor di pojok kanan bawah sel C4, hingga muncul simbol +. Kemudian, kita bisa menarik kursor ke bawah hingga sel terakhir di kolom keterangan.
Contoh menyalin rumus
Dengan cara ini, kita akan mendapatkan status kelulusan untuk semua nilai ujian yang ada di tabel data. Berikut adalah hasil akhirnya:
Contoh hasil akhir
Nama | Nilai | Keterangan |
---|---|---|
Andi | 75 | Lulus |
Budi | 55 | Tidak Lulus |
Cici | 65 | Lulus |
Dedi | 45 | Tidak Lulus |
Eka | 80 | Lulus |
2. Lakukan Format Tabel Data
Langkah keempat yang bisa kita lakukan adalah memformat tampilan kolom keterangan agar lebih menarik dan mudah dibaca. Kita bisa memformat tampilan kolom keterangan dengan cara mengubah warna latar belakang, warna teks, jenis font, ukuran font, dan lain-lain.
Untuk contoh data nilai ujian yang di gunakan, misalnya sebagai berikut:
- Mengubah warna latar belakang sel yang berisi kata “Lulus” menjadi hijau, dan sel yang berisi kata “Tidak Lulus” menjadi merah.
- Mengubah warna teks sel yang berisi kata “Lulus” menjadi putih, dan sel yang berisi kata “Tidak Lulus” menjadi hitam.
- Mengubah jenis font sel yang berisi kata “Lulus” dan “Tidak Lulus” menjadi Arial, dan ukuran font menjadi 12.
Kita bisa memformat tampilan kolom keterangan dengan cara mengklik kanan pada sel yang ingin kita format, lalu memilih opsi Format Cells
. Kemudian, kita bisa memilih tab Fill
untuk mengubah warna latar belakang, tab Font
untuk mengubah warna teks, jenis font, dan ukuran font, dan tab lainnya sesuai dengan kebutuhan kita.
Kesimpulan
Demikianlah cara mudah membuat rumus excel lulus tidak lulus dengan IF. Dengan menggunakan rumus ini, kita bisa menghemat waktu dan tenaga dalam mengevaluasi nilai ujian dan menampilkan status kelulusan. Rumus ini juga bisa kita modifikasi sesuai dengan kebutuhan kita, misalnya dengan menambahkan opsi remedial, mengubah nilai minimum kelulusan, atau menggunakan kriteria lainnya.